Laporan Kinerja
14.119xPusat Kesehatan Masyarakat adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Puskesmas Mantrijeron dibangun oleh Pemerintahan Kota Yogyakarta pada tahun 1986 untuk memenuhi fungsi-fungsi tersebut. Puskesmas Mantrijeron merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang didirikan sebagai unit pelayanan kesehatan yang terdepan mewakili pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama untuk wilayah kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta.
Puskesmas Mantrijeron diharapkan dapat melakukan fungsinya dalam menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan sesuai harapan Pemerintah dan masyarakat. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang:
- memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
- hidup dalam lingkungan sehat; dan
- mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu
- memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat;
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat dengan menyelenggarakan fungsi:
- penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
- penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
Dalam menyelenggarakan penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah, Puskesmas berwenang untuk:
- memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
- melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan
- memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
- melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
- melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
- menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
- melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
- melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
- melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
Dalam penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya, puskesmas mempunyai kewenangan untuk :
- melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan.
- mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
- melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
- melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;
- melaksanakan rekam medis;
- menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;
- menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
- menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
- menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
- menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
Penilaian kinerja Puskesmas Mantrijeron harus dilaksanakan untuk menilai apakah fungsi-fungsi Puskesmas sudah bisa dilaksanakan yang tergambar dari pencapaian indikator-indikator, program-program dan kegiatan pelayanan kesehatan. Dengan demikian diharapkan terdapat peningkatan prestasi Puskesmas baik kualitas maupun kuantitas dalam pembangunan kesehatan di Kecamatan Mantrijeron pada khususnya dan Pemerintahan Republik Indonesia pada umumnya.
Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah dibangun Puskesmas, hal ini oleh Pemerintah diharapkan agar masyarakat dapat mengakses dan menjangkau pelayanan kesehatan dengan cepat dan murah sehingga derajat kesehatan di Indonesia dapat ditingkatkan kearah yang lebih baik. Begitu pula tujuan dibangunnya Puskesmas Mantrijeron oleh pemerintahan kota Yogyakarta pada tahun 1986. Puskesmas Mantrijeron merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang didirikan sebagai unit pelayanan kesehatan yang terdepan mewakili pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama untuk wilayah kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta.
Puskesmas Mantrijeron diharapkan dapat melakukan fungsinya dalam menyelenggarakan Pembangunan yang berwawasan kesehatan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu Puskesmas Mantrijeron harus dapat melaksanakan fungsinya sebagai berikut:
- Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
- Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
- Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Tiga fungsi tersebut dapat dijabarkan melalui upaya-upaya kesehatan baik wajib maupun pengembangan yang diselenggarakan dalam bentuk program-program dan kegiatan pelayanan kesehatan baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Program-program dan kegiatan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dapat diukur pencapaiannya dengan berbagai instrumen misalnya penilaian kinerja, Akreditasi Puskesmas dan lain-lain.
Oleh karena itu, Penilaian Kinerja Puskesmas Mantrijeron merupakan salah satu unsur penting dalam mengukur pencapaian program-program dan kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan terdapat peningkatan prestasi Puskesmas baik kualitas maupun kuantitas dalam pembangunan kesehatan di Kecamatan Mantrijeron pada khususnya dan pemerintahan Republik Indonesia pada umumnya.
Penilaian Kinerja Puskesmas merupakan suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/prestasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan pada wilayah kerjanya. Puskesmas harus melaksanakan Penilaian Kinerja dengan mandiri. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas diawasi dan dikoreksi oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan dapat melakukan verifikasi dan menetapkan Puskesmas ke dalam kategori I, II atau III sesuai dengan hasil pencapaian yang ada. Kemudian dari hasil tersebut dapat dilakukan analisa sehingga dapat disimpulkan dan dicarikan solusinya jika terdapat permasalahan dalam pencapaian kinerja. Dengan demikian dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program-program dan kegiatan pelayanan kesehatan selanjutnya agar lebih baik lagi.
Tujuan dan manfaat penilaian kinerja.
- Tujuan,
- Tujuan Umum.
Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung tujuan pembangunan kesehatan di kabupaten/kota.
- Tujuan Khusus.
- Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan serta manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
- Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan peringkat kategori kelompok Puskesmas.
- Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masukan dalam menyusun rencana kerja Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk tahun yang akan datang.
- Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas
- Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan sumber daya Puskesmas dan urgensi pembinaan Puskesmas.
- Puskesmas dan dinas kabupaten/kota dapat menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.
- Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan dibandingkan dengan target yang harus dicapainya. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan yang ada di wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja Puskesmas.
Ruang lingkup penilaian kinerja puskesmas
Secara garis besar lingkup Penilaian Kinerja Puskesmas tersebut berdasarkan pada upaya-upaya Puskesmas dalam menyelenggarakan:
- Pelayanan kesehatan yang meliputi:
- Upaya Kesehatan Wajib sesuai kebijakan nasional, dimana penetapan jenis pelayanannya disusun oleh dinas kesehatan kota.
- Upaya Kesehatan Pengembangan antara lain penambahan upaya kesehatan atau inovasi
- Pelaksanaan manajemen Puskesmas dalam penyelenggaraan kegiatan, meliputi:
- Proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan lokakarya mini dan pelaksanaan peniaian kinerja
- Manajemen sumber daya termasuk manajemen alat, obat, keuangan dll
- Mutu pelayanan Puskesmas meliputi:
- Penilaian input pelayanan berdasarkan standar yang ditetapkan
- Penilaian proses pelayanan dengan menilai tingkat kepatuhannya terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan
- Penilaian output pelayanan berdasarkan upaya kesehatan yang diselenggarakan
- Penilaian outcome pelayanan antara lain melalui pengukuran tingkat kepuasan pengguna jasa pelayanan Puskesmas
Bahan dan pedoman
Bahan yang dipakai pada Penilaian Kinerja Puskesmas adalah hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen dan mutu pelayanan Puskesmas pada tahun 2017. Sedangkan pedoman yang digunakan dalam Penilaian Kinerja Puskesmas adalah buku Pedoman penilaian kinerja Puskesmas dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan R.I. tahun 2006. Buku pedoman ini memberikan gambaran dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil/masalah sampai dengan penyusunan laporan.
Teknis pelaksanaan
Teknis pelaksanaan penilaian kinerja Puskesmas Mantrijeron tahun 2017 sebagai berikut
-
- Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil kegiatan Puskesmas tahun 2017 (bulan Januari sampai Desember 2017) dengan variabel dan subvariabel yang terdapat dalam form penilaian kinerja tahun 2017 yang disesuaikan dengan Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas dari Kemenkes.
- Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi yang dapat dijadikan dasar penilaian kinerja sehingga dengan pengolahan data ini dapat diukur prestasi kinerja Puskesmas. Pengolahan data dilakukan dengan cara menghitung sesuai dengan variabel masing-masing cakupan. Penilaian kinerja Puskesmas terdiri dari 3 komponen penilaian beserta kegiatan utama dan variabel-variabel yang perlu diolah yaitu:
- Komponen hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan Puskesmas
Dalam komponen hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan terdapat 2 cakupan yaitu:
- Cakupan sub variabel (SV) dihitung dengan membagi hasil pencapaian (H) dengan target sasaran (T) dikalikan 100 àSV= H/T X100%
- Cakupan variabel (V) dihitung dengan menjumlah seluruh nilai sub variabel (∑ SV) kemudian dibagi dengan jumlah variabel ( n ) à V (%) = ∑SV/n
Dari penghitungan variabel dan sub variabel cakupan maka dapat dimasukkan dalam 3 kelompok tingkat pencapaian yaitu:
- KELOMPOK I : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 % ( Kinerja Baik )
- KELOMPOK II : Tingkat pencapaian hasil ≥ 81 – 90 % ( Kinerja Cukup )
- KELOMPOK III : Tingkat pencapaian hasil ≤ 80 % ( Kinerja Kurang )
- Komponen Manajemen Puskesmas
Komponen Manajemen Puskesmas terdapat 4 variabel yaitu
- Manajemen ketenagaan
- Manajemen keuangan
- Manajemen alat dan obat
- Manajemen operasional Puskesmas
Adapun hasil yang dipergunakan dalam skala nilai adalah:
- Skala 1 à nilai 4
- Skala 2 à nilai 7
- Skala 3 à nilai 10
- Komponen mutu pelayanan Puskesmas
Hasil kinerja cakupan pelayanan kesehatan
NO |
JENIS KEGIATAN |
Pencapaian(%) |
Tingkat Kinerja |
|
UPAYA KESEHATAN WAJIB |
90,74 |
Cukup |
I |
PROMOSI KESEHATAN |
|
|
A |
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) |
97,89 |
Baik |
B |
Bayi mendapat ASI Ekslusif |
68,95 |
Kurang |
C |
Mendorong terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat |
100 |
Baik |
D |
Penyuluhan Napza |
100 |
Baik |
II |
KESEHATAN LINGKUNGAN |
|
|
A |
Penyehatan Air |
99,69 |
Baik |
B |
Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman |
100 |
Baik |
C |
Penyehatan Tempat Pembuangan Sampah dan Limbah |
100 |
Baik |
D |
Penyehatan Lingkungan Pemukiman dan Jamban Keluarga |
100 |
Baik |
E |
Pengawasan Sanitasi Tempat-tempat Umum |
100 |
Baik |
F |
Pengamanan Tempat Pengelolaan Pestisida |
- |
- |
G |
Pengendalian Vektor |
100 |
Baik |
III |
KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KELUARGA BERENCANA |
|
|
A |
Kesehatan Ibu |
106,08 |
Baik |
B |
Kesehatan Bayi |
64,44 |
Kurang |
C |
Upaya Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah |
88,99 |
Cukup |
D |
Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja |
99,09 |
Baik |
E |
Cakupan Keluarga Berencana |
82,20 |
Cukup |
IV |
UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT |
|
|
A |
Pemberian capsul vitamin A ( dosis 200.000 SI ) pada anak Balita 12 - 59 bulan, 2 kali setahun |
100,00 |
Baik |
B |
Pemberian tablet besi ( 90 tablet ) pada ibu hamil |
90,77 |
Cukup |
C |
Pemberian PMT pemulihan balita gizi kurang |
100,00 |
Baik |
D |
Gambaran status gizi balita yang ada diwilayah yang naik berat badannya (N/D) |
56,13 |
Kurang |
E |
Balita bawah garis merah (BGM), Prevalensi < 5> |
99,09 |
Baik |
V |
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR |
|
|
A |
TB Paru (CDR) |
44,07 |
Kurang |
B |
Malaria |
- |
- |
C |
Kusta |
100 |
Baik |
D |
Pelayanan Imunisasi |
97,47 |
Baik |
E |
Diare |
94,92 |
Baik |
F |
ISPA |
95,65 |
Baik |
I |
Demam Berdarah Dengue ( DBD) |
95,64 |
Baik |
J |
Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan HIV/AIDS |
100 |
Baik |
K |
Pencegahan dan Penanggulangan Rabies |
- |
- |
L |
Pencegahan dan Penanggulangan Filariasis dan Schistozomiasis |
- |
- |
M |
Pengobatan Penderita Leptospirosis |
100 |
Baik |
VI |
UPAYA PENGOBATAN |
|
|
A |
Pengobatan |
60,32 |
Kurang |
B |
Pemeriksaan Laboratorium |
108,53 |
Baik |
|
TOTAL RATA-RATA |
90,74 |
Cukup |
Upaya Kesehatan Wajib yang dilakukan Puskesmas Mantrijeron secara keseluruhan mendapatkan nilai yang memuaskan yakni Balai Pengobatan, Kesehatan Ibu & Anak termasuk keluarga berencana.
Akan tetapi jika dilihat dari masing-masing kegiatan masih ada kegiatan yang harus ditingkatkan lagi karena masih memiliki nilai kurang dan cukup.
NO |
UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN |
Pencapaian (%) |
Tingkat kinerja |
I |
Upaya Kesehatan Usia Lanjut |
100 |
Baik |
II |
Upaya Kesehatan Indera |
100 |
Baik |
III |
Kesehatan Jiwa |
73,87 |
Kurang |
IV |
Kesehatan Olahraga |
100 |
Baik |
V |
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi |
92,48 |
Baik |
VI |
Perawatan Kesehatan Masyarakat |
114,40 |
Baik |
VII |
Bina Pengobat Tradisional |
106,41 |
Baik |
VIII |
Bina Kesehatan Kerja |
100 |
Baik |
TOTAL RATA-RATA |
98,57 |
Baik |
Tabel Nilaicakupan kinerja pelayanan kesehatan baik Upaya Kesehatan Wajib memiliki predikat Baikdan Upaya Kesehatan Pengembangan memiliki predikatCukup. Dengan demikian secara rata-rata keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan Puskesmas Mantrijeron mendapatkan tingkat prestasikinerja Puskesmas dengan predikatBaik yakni98,57%.
Hasil kinerja kegiatan manajemen puskesmas
Kegiatan-kegiatan Manajemen Puskesmas Mantrijeron dibagi menjadi 4 golongan yaitu manajemen operasional,manajemen alat dan obat, manajemen keuangan dan manajemen ketenagaan/SDM. Berikut ini adalah hasil nilai kinerja dari masing-masing kegiatan manajemen Puskesmas Mantrijeron tahun 2018.
KEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS MANTRIJERON TAHUN 2018
NO |
JENIS VARIABEL |
SKALA 1 NILAI= 4 |
SKALA 2 NILAI =7 |
SKALA 3 NILAI =10 |
NILAI HASIL |
I |
MANAJEMEN OPERASIONAL PUSKESMAS |
|
|
|
9,57 |
1 |
Membuat data pencapaian/cakupan kegiatan tahun lalu |
Sebagian<50> |
Sebagian 50 %-80 % |
Semuanya 100 % |
10 |
2 |
Menyusun RUK melalui analisa dan perumusan masalah berdasarkan prioritas |
Ya,beberapa ada analisa perumusan |
Ya,beberapa ada analisa perumusan |
Ya,seluruhnya ada analisa perumusannya |
10 |
3 |
Menyusun RUK secara terisi dan lengkap |
Ya ,terinci |
Ya ,terinci |
Ya ,terinci semuanya |
10 |
4 |
Melaksanakan Lokakarya Mini bulanan |
<5> |
5-8 kali / tahun |
9-12 kali / tahun |
10 |
5 |
Melaksanakan Lokakarya Mini tribulanan/Linsek |
< 2> |
2-3 kali / tahun |
4 kali / tahun |
7 |
6 |
Membuat dan mengirimkan laporan bulanan ke kabupaten/kota tepat waktu |
< 6> |
6-9 kali / tahun |
10-12 kali / tahun |
10 |
7 |
Membuat data 10 penyakit terbesar setiap bulan |
< 6> |
6-8 kali / tahun |
9-12 kali / tahun |
10 |
II |
MANAJEMEN ALAT DAN OBAT |
|
|
|
10 |
1 |
Membuat kartu inventaris dan menampilkan di masing-masing ruangan |
< 60> |
61-80 % ruang |
81-100 % ruang |
10 |
2 |
Melaksanakan updating daftar inventaris alat |
< 3> |
4-6 kali / tahun |
Tiap bulan |
10 |
3 |
Mencatat penerimaan dan pengeluaran obat di setiap unit pelayanan |
Ya , beberapa unit |
Ya , sebagian unit |
Ya , seluruhan |
10 |
4 |
Membuat kartu stok untuk setiap jenis obat/bahan di gudang obat secara rutin |
Ya ,beberapa item obat |
Ya ,sebagian besar item obat |
Ya ,seluruh item obat |
10 |
5 |
Menerapkan FIFO dan FEFO |
Ya ,beberapa item obat |
Ya ,sebagian item obat |
Ya ,seluruh item obat |
10 |
6 |
Adanya catatan kartu pemeliharaan alat yang menggantung di masing-masing alat |
Ya, beberapa alat |
Ya, sebagian alat |
Ya, seluruh alat |
10 |
III |
MANAJEMEN KEUANGAN |
|
|
|
10 |
1 |
Membuat catatan bulanan uang masuk –keluar dalam buku kas |
Ya , tidak tentu |
Ya , setiap tiga bulan |
Ya , setiap bulan |
10 |
2 |
Kepala Puskesmas melakukan pemeriksaan keuangan secara berkala |
Ya , tidak tentu |
Ya , setiap tiga bulan |
Ya , setiap bulan |
10 |
IV |
MANAJEMEN KETENAGAAN |
|
|
|
9,57 |
1 |
Membuat daftar/catatan kepegawaian petugas |
Ada , beberapa pegawai |
Ada, sebagian besar pegawai |
Ada , semua |
10 |
2 |
Membuat uraian tugas dan tanggung jawab setiap petugas |
Ada , beberapa petugas |
Ada ,sebagian petugas |
Ada , seluruh petugas |
10 |
3 |
Membuat rencana kerja bulanan bagi setiap petugas sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab |
Ada , beberapa petugas |
Ada ,sebagian petugas |
Ada , seluruh petugas |
10 |
4 |
Membuat target pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) |
Ada , beberapa petugas |
Ada ,sebagian petugas |
Ada , seluruh petugas |
10 |
5 |
Pendidikan SDM yang sesuai dengan kompetensi |
< 50> |
50% - 80% |
81% - 100% |
10 |
6 |
SDM (Dilkat) |
< 50> |
50% - 80% |
81% - 100% |
7 |
7 |
Cakupan perijinan ketenagaan (STR,SIP/SIK) bagi petugas medis, paramedis dan paramedis non keperawatan (dokter, doktergigi, bidan, perawat, gizi, sanitarian, apoteker, analis, dll) |
Ada , beberapa petugas |
Ada ,sebagian petugas |
Ada , seluruh petugas |
10 |
|
RATA-RATA TOTAL MANAJEMEN PUSKESMAS |
|
|
|
9,78 |
Tabel hasil kinerja manajemen Puskesmas diatas menunjukkan bahwa keempat golongan kegiatan manajemen Puskesmas Mantrijeron secara keseluruhan termasuk kedalam kriteria baik.Adapun nilai kinerja masing-masing kegiatan manajemen Puskesmas yaitu manajemen operasional Puskesmas sebesar9,57(Baik),Manajemen alat dan obat sebesar 10(Baik), Manajemen Keuangan sebesar 10(Baik) dan Manajemen Ketenagaan sebesar9,57 (Baik).Dan rata-rata total manajemen Puskesmas 9,78 (Baik).
Penilaian Mutu Pelayanan Tahun 2018
NO |
JENIS KEGIATAN |
SKALA 3 Nilai 10 |
SKALA 2 Nilai 7 |
SKALA 1 Nilai 4 |
Nilai Akhir |
1 |
Drop out pelayanan ANC (K1-K4) |
< 10> |
11 – 20% |
>20% |
10 |
2 |
Persalinan oleh tenaga kesehatan |
>80% |
70 – 79% |
<70> |
10 |
3 |
Penanganan komplikasi obsterti / resiko tinggi |
>5% |
4 – 4,9% |
<4> |
10 |
4 |
Eror rate pemeriksaan BTA |
>80% |
60 – 80% |
<60> |
10 |
5 |
Kepatuhan terhadap standar ANC |
81 – 100% |
51 – 80% |
<50> |
10 |
6 |
Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB Paru |
81 – 100% |
51 – 80% |
<50> |
10 |
7 |
Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan |
81 – 100% |
51 – 80% |
<50> |
10 |
|
Rata-Rata |
|
|
|
10 |
Dengan melihat tabel diatas hasil kinerja mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Mantrijeron pada tahun 2018 adalah 10dan termasuk kinerja Baik. Dengan kinerja yang baik ini agar dipertahankan untuk ke depannya.
Hasil Keseluruhan Kinerja Puskesmas
Hasil keseluruhan kinerja Puskesmas Mantrijeron pada tahun 2017 secara garis besar adalah sebagai berikut:
NO |
KOMPONEN PENILAIAN |
PENCAPAIAN |
TINGKAT KINERJA |
1 |
Cakupan pelayanan kesehatan |
90,74 |
Cukup |
2 |
Pengembangan pelayanan kesehatan |
98,57 |
Baik |
3 |
Manajemen Puskesmas |
97,80 |
Baik |
4 |
Mutu pelayanan |
100 |
Baik |
Tabel nilai keseluruhan kinerja Puskesmas Mantrijeron diatas menunjukkan bahwa sebagian besar masing-masing komponen mendapatkan predikat baik. Apabila semua komponen tersebut dijumlahkan maka hasilnya menjadi:
Nilai keseluruhan kinerja = |
90,74 + 98,57 +97,80+100 |
= 96,77 |
4 |
Jadi secara keseluruhan kinerja Puskesmas Mantrijeron tahun 2018 mendapatkan predikat Baikdengannilai kategori. 96,77%.
Analisa Hasil Kinerja
Secara garis besar hasil kinerja Puskesmas Mantrijeron tahun 2018 termasuk ke dalam kriteria Baik. Jika dilihat pada masing-masing kegiatan dan program pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Mantrijeron ada beberapa kegiatan yang masuk kategori cukup dan bahkan kurang dari penilaian kinerja ini. Adapun kegiatan-kegiatan yang masih termasuk dalam kategori kurang adalah sebagai berikut:
NO |
JENIS KEGIATANUPAYAKESEHATAN WAJIB |
PENCAPAIAN (%) |
TINGKAT KINERJA |
I |
PROMOSI KESEHATAN |
|
|
1 |
Bayi Mendapat ASI Eksklusif |
68,95 |
Kurang |
II |
KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KELUARGA BERENCANA |
|
|
1 |
Kesehatan Bayi |
64,44 |
Kurang |
III |
UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT |
|
|
1 |
Gambaran Status Gizi Balita Yang Ada di Wilayah Yang Naik Berat Badannya |
56,13 |
Kurang |
IV |
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR |
|
|
1 |
TB Paru (CDR) |
44,07 |
Kurang |
V |
UPAYA PENGOBATAN |
|
|
1 |
Pengobatan |
60,32 |
Kurang |
Tabel diatas menunjukkan bahwa semua kegiatan yang termasuk dalam kategori Kurang pada Upaya Kesehatan Wajib. Sedangkan dari Upaya Kesehatan Pengembangan yang masuk kategoriKurang adalah seperti dalam tabel berikut :
NO |
UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN |
Pencapaian (%) |
Tingkat kinerja |
1. |
Kesehatan Jiwa |
73,87 |
Kurang |
Kegiatan-kegiatandan program yang termasuk ke dalam kategori Kurang harus dilakukan upaya pencarian sebab masalah dan dilakukkan pencarian solusi untuk masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan semua kegiatan tersebut harus dilakukan peningkatan dimasa yang akan datang.
Penyebab kenapa kegiatan-kegiatan tersebut hanya mendapatkan predikat cukup dan kurang tentunya ditimbulkan berbagai masalah baik yang bersifat teknis maupun sumber daya yang ada di Puskesmas Mantrijeron. Setelah dilakukan analisis masalah, kami mendapatkan permasalahan pada masing-masing kegiatan yang berpredikat kurang adalah sebagai berikut:
NO |
JENIS KEGIATAN |
PERMASALAHAN |
1. |
Bayi Mendapat ASI Eksklusif |
|
2. |
Kesehatan Bayi |
|
3. |
Gambaran Status Gizi Balita Yang Ada di Wilayah Yang Naik Berat Badannya |
|
4. |
TB Paru (CDR) |
|
5. |
Kesehatan Jiwa |
|
Berdasarkan permasalahan yang ditemui dapat dirangkum bahwa permasalahan yang sangat esensial adalah pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan masih kurang. Walaupun pada tahun 2018 sudah dilakukan banyak penyuluhan–penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kesehatan akan tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat masih kurang.Hal demikian dapat disebabkan karena ketidaktahuan atau memang karena kekurang pedulian masyarakat akan kesehatan baik pribadi maupun lingkungannya.
Sebagai bahan dasar menetapkan alternatif solusi untuk memecahkan masalah diatas berikut ini kami paparkan analisis SWOT yang telah dilakukan
KEKUATAN (STRENGTH) |
KELEMAHAN(WEAKNESS) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PELUANG(OPPORTUNITIES) |
ANCAMAN (THREAT) |
|
|
|
|
|
3. Tingkat polusi / pencemaran lingkungan yang meningkat |
|
|
|
|
Berdasarkan analisis SWOT dan identifikasi permasalahan yang ada di Puskesmas dan wilayah maka dapat ditetapkan dan diterapkan solusi-solusi demi meningkatkan kinerja Puskesmas Mantrijeron untuk masa yang akan datang sebagai berikut:
- Menyelenggarakan penyuluhan-penyuluhanyang lebih efektif bagi masyarakat melalui berbagai media terutama tentang PHBS,ASI Eksklusif dan kesehatan lingkungan.
- Mengajukan pengadaan tenaga/petugas Puskesmas
- Menyelenggarakan koordinasi bersama kader-kader masyarakat dan lintas sektor melalui berbagai kegiatan
- Membuat sistematika komunikasi dan koordinasi dengan kader-kader masyarakat dan lintas sektor sehingga lebih efektif dan efisien
- Membuat timeline inspeksi terhadap kegiatan-kegiatan penyehatan lingkungan agar lebih terstruktur dalam menyelenggarakan kegiatan kesehatan lingkungan
- Mengoptimalkan sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas Mantrijeron
- Bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang ada di masyarakat seperti LSM, BPS, dsb untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat
REKAPITULASI PERHITUNGAN CAKUPAN KOMPONEN KEGIATAN
KINERJA PUSKESMAS
PUSKESMAS : Mantrijeron
KOTA : Yogyakarta
Tahun : 2018
HASIL KINERJA UPAYA KESEHATAN WAJIB TAHUN 2018
No. |
KOMPONEN KEGIATAN |
HASIL CAKUPAN (%) |
I |
UPAYA PROMOSI KESEHATAN |
91,71 |
II |
UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN |
99,95 |
III |
UPAYA KIA TERMASUK KB |
88,16 |
IV |
UPAYA PERBAIKAN GIZI |
89,20 |
V |
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR |
90,97 |
VI |
UPAYA PENGOBATAN |
84,43 |
CAPAIAN UPAYA KESEHATAN WAJIB TAHUN 2018
HASIL KINERJA UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN TAHUN 2018
No. |
KOMPONEN KEGIATAN |
HASIL CAKUPAN (%) |
I |
UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT |
100 |
II |
UPAYA KESEHATAN INDERA |
100 |
III |
KESEHATAN JIWA |
73,87 |
IV |
KESEHATAN OLAHRAGA |
100 |
V |
PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN PENYAKIT GIGI |
92,48 |
VI |
PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT |
114,40 |
VII |
BINA PENGOBATAN TRADISIONAL |
106,41 |
VIII |
BINA KESEHATAN KERJA |
100 |
CAPAIANUPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN TAHUN 2018
HASIL KINERJA KEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS TAHUN 2018
No. |
KOMPONEN KEGIATAN |
NILAI AKHIR |
I |
MANAJEMEN OPERASIONAL PUSKESMAS |
9,57 |
II |
MANAJEMEN ALAT DAN OBAT |
10 |
III |
MANAJEMEN KEUANGAN |
10 |
IV |
MANAJEMEN KETENAGAAN |
9,57 |
NILAI AKHIRKEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS TAHUN 2018
HASIL PENILAIAN MUTU PELAYANAN TAHUN 2018
NO |
JENIS KEGIATAN |
Nilai Akhir |
1 |
Drop out pelayanan ANC (K1-K4) |
10 |
2 |
Persalinan oleh tenaga kesehatan |
10 |
3 |
Penanganan komplikasi obsterti / resiko tinggi |
10 |
4 |
Eror rate pemeriksaan BTA |
10 |
5 |
Kepatuhan terhadap standar ANC |
10 |
6 |
Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB Paru |
10 |
7 |
Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan |
10 |
NILAI AKHIR PENILAIAN MUTU PELAYANAN TAHUN 2018
KESIMPULAN
Puskesmas Mantrijeron telah melaksanakan penilaian kinerja tahun 2018 dengan hasil kinerja Puskesmas sebagai berikut :
- Cakupan Pelayanan dengan hasil akhir 94,65%--- à BAIK
- Kegiatan Manajemen dengan hasil akhir 97.80%--- à BAIK
- Kegiatan Mutu Pelayanan dengan hasil akhir 100%----- à BAIK
SARAN
- Pembentukan dan pelatihan tim khusus dalam melakukan penilaian kinerja
- Peningkatan SDM Puskesmas Mantrijeron baik dari segi kualitas dan kuantitas
- Monitoring dan Evaluasi dari Dinas Kesehatan Kota lebih ditingkatkan